Rabu, 31 Desember 2014

TOLERANSI

BERTEMAN DENGAN NON MUSLIM


Bismillahirrahmanirrahim,assalamualaikum akhi ukhti.
Gimana punya kabar? baik dan sehat selalu ya, yang sakit semoga disembuhkan dan yang galau semoga dihilangkan galaunya setelah baca postingan saya..he..he
Punya teman non muslim?wajar sih, di dunia agama nggak cuma islam kok. Kali ini pembahasannya berkaitan dengan toleransi antar agama. Baru aja nih rame soal kontroversi pro kontra mengucapkan selamat natal pada teman nasrani kita. Dan saya termasuk yang kontra padahal dulunya saya pro karena memang saya terdidik dengan islam liberal. Tapi ini bukan masalah liberal atau tidak, ini masalah aqidah. Sejauh mana mulut ini bisa bertanggung jawab dengan apa yang dikatakannya. Berikut alasan kenapa saya memilih kontra dengan hal ini:
1. Seorang muslim dan muslimah sangat berhati-hati dengan ucapan yang menyangkut aqidah atau keimanan. Kita menjadi muslim atau muslimah karena dua kalimat yaitu syahadat. Saat kita terlahir di dunia pun, satu kalimat yang wajib didengarkan di telinga kita yaitu takbir.Dan sebuah pernikahan akan terputus saat sebuah kalimat terucap yaitu talak. Betapa berharganya ucapan seorang muslim atau muslimah. Kata-kata adalah cerminan perasaan, mengucapkan selamat natal berarti kamu percaya kalau itu memang hari natal dan berarti juga kamu mempercayai kepercayaan agama lain yang seharusnya tak boleh dilakukan dalam agama kita. Mau bilang kalau itu hanya sekedar kata-kata? hanya di mulut? berarti kamu berdusta, kamu munafik. Mulut dan hati tidak selaras.
2. Agamamu Agamamu, Agamaku agamaku. Biarin aja mereka merayakan hari suci agamanya, kamu rayakan hari suci agamamu sendiri. Nggak usah saling ikut campur karena kalian punya kepentingan berbeda. Yang terpenting jangan saling mengganggu, kalau kamu mau bergabung dengan mereka keluarlah dari kelompokmu sekarang,begitu peraturannya. Teringat akan pesan dosenku, seekor burung tidak bisa hidup di dua dahan yang berbeda. Toleransi kita adalah dengan cara membiarkan mereka dengan urusannya dan melindungi mereka dari orang yang akan mengganggunya bukan dengan mengikuti ritualnya atau mempercayai yang mereka percayai. Kalau kamu mau jadi seperti bunglon ya boleh saja,tapi satu yang harus kamu ingat, golongan bunglon atau orang munafik itu bukan islam.
3.Agama kita  berbeda dengan agama lain. Aturan yang kita punya juga berbeda, disinilah toleransi dibutuhkan. Mereka juga harus mengerti kalau kita tidak harus selalu seperti mereka yang nonmuslim, adakalanya kita harus menjelaskan jika kita ada peraturan yang tak boleh dilanggar. Mungkin buat mereka hal ini biasa, tapi buat kita bisa jadi sebuah dosa. Nggak usah menyama-nyamakan agama kita dengan agama lain. Tuhan mereka banyak, nah kita cuma punya Dia yang Maha Esa. Mereka berdoa dengan bunga,lilin,dupa dan sebagainya sedangkan kita jungkir balik setiap kali berdoa. Masih mau bilang kalau kita sama??WE ARE DIFFERENT, dan dari sini terlahirlah toleransi yaitu membiarkan dia dengan segala urusannya alias nggak usah kepo jadi orang.
Kalau selamat natal hanyalah sebuah kata, maukah mereka yang non muslim mengucapkan dua kalimat yaitu SYAHADAT? toh itu hanya sebuah kata bukan?
Kata-kata itu nggak boleh disepelekan, kita juga tercipta karena sebuah kata yaitu “Kun “ yang artinya jadilah. Orang di cap munafik tidaknya juga dari kata-katanya, akhi ukhti. Semoga postingan saya ini bisa dimaklumi jika masih dipenuhi kekurangan, saya hanya sekedar curhat dengan kalian pembaca blog ini. Semoga juga bisa sedikit mencerahkan dan memberikan pandangan yang berbeda sehingga memperkaya wawasan kita dalam berfikir.
Mari berdoa...
bismillahirrahmanirrahim...
Ya Allah sesungguhnya kami tidaklah luput dari segala tipu dayamu, lindungilah kami agar selalu berada di dalam jalan yang akan membawa kami menuju Engkau. Terangilah jalan kami, tuntunlah kami, dan ingatkanlah kami apabila kami salah melangkah. Angkatlah kami apabila kami terjatuh, sembuhkanlah kami apabila kami terluka di tengah perjalanan, jangan biarkan kami tersesat ya Allah.
Cintailah kami, Dekatkanlah hati ini pada-Mu ya Allah, kuatkanlah keimanan kami, teguhkanlah hati ini yang hanya milik-Mu ya Allah. Amiiinn
End of the word, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar