Rabu, 26 November 2014

REVIEW TRANSFORMATOR

TRANSFORMATOR
Assalamualaikuuuummm....akhhi ukhti
Maaf sebelumnya karena telat nge-post. Lagi sibuk buat nyiapin seminar KP(Kerja Praktek),tapi karena udah kewajiban buat selalu ngepost tugas jadilah pada tanggal 27 bulan 11 tahun 2014 pada pukul 4: 14 pagi, akhirnya saya ngerjakan tugas dengan materi seadanya. Semoga apa yang dipost ini bisa bermanfaat buat kita semua, let’s check it out!!
Sebelumnya baca doa belajar dulu,biar yang dipelajari bisa nyantol di otak.Bismillahirromanirrohim....berdoa dimulai(hening)...yup selesai.Oke waktunya belajar!!
Transformator atau biasa disebut dengan trafo adalah bagian dari elektronik yang memiliki fungsi menaikkan atau menurunkan tegangan listrik. Perannya adalah sebagai penyalur daya listrik dari tegangan tinggi ke rendah ataupun sebaliknya tetapi dengan frekuensi yang sama.
Transformator terbagi menjadi 2 menurut fungsinya, yaitu:
1.Trafo step Up, fungsinya untuk menaikkan tegangan dan diaplikasikan pada ragkaian-rangkaian pembangkit tegangan padaperangkat elektronika seperti pada inverter monitor LCD atau Televisi.
2.Trafo step Down, fungsinya menurunkan tegangan dan diaplikasikan pada rangkaian-rangkaian pembangkit tegangan padaperangkat elektronika seperti pada adaptor .
Konstruksi Transformator
Bentuk fisiknya terdiri dari dua gulungan yaitu gulungan primer (N1) dan gulungan sekunder(N2). Lalu gulungan primer diberi tegangan masukan berbentuk sinusioda(V1) sehingga muncul arus masukan (I1) yang mengakibatkan terjadinya fluks pada gulungan primer dan sekunder.Fluks inilah yang memunculkan arus masukan(I2) dan tegangan (V2) pada gulungan sekunder.
Prinsip Kerja berdasarkan Induksi elektromagnetik
Pada sisi primer dan sekunder terdapat penghubung magnetik atau bisa disebut gandengan magnet yang berupa inti besi sebagai tempat terjadinya fluks bersama. Peran medan magnet sendiri adalah sebagai rangkaian proses konversi energi,yaitu mengubah dari energi mekanik ke energi listrik yang kemudian kita kenal sebagai motor atau generator. Pada transformator, gandengan magnet berfungsi untuk memindahkan dan mengubah energi listrik dari rangkaian primer ke sekunder melalui proses yang disebut dengan induksi elektromagnetik.
Medan magnet mampu menginduksikan tegangan pada konduktor tetapi juga dapat menghasilkan gaya dan kopel(pasangan). Kelebihan dari penggunaan medan magnet sendiri adalah menghasilkan kerapatan energi yang tinggi dimana kerapatan energi yang tinggi akan menghasilkan kapasitas tenaga per unit volume mesin yang juga tinggi.
Yup...sekian dulu informasi tentang trafo dari saya. Kalo masih ada pertanyaan,sana tanya sendiri sama guru atau dosenmu, jangan tanya saya mulu.Berhubung saya masih ngantuk jadi saya mau lanjutin tidur lagi, nanti saya muncul lagi kalau ada waktu di blog tercinta saya ini mangkanya yang rajin buka blog saya biar tambah pinter hehehe yah cukup sekian dan apabila ada kesalahan atau saya marah2 gak jelas mohon dimaklumi ya,kalo sibuk begini biasanya otak jadi eror sesaat.
End of the words, Wassalamu alaikum warahmatulla hi wabarakatuh. . . . . ^_^


REVIEW GENERATOR AC

Assalamualaikum akhi ukhti. . .
Kembali lagi bersama saya mahasiswi nyeleneh yang nyoba ngerjain tugasnya. Setelah ngintip-ngintip blog temen hehehe, saya mau nyoba ngerjain tugas dari dosen tercinta Pak Aris Zainul Muttaqin. Biarpun masih newbie, semoga postingan saya ini ada manfaatnya buat temen-temen yaa...let’s check this out
Kemaren kan aku udah jelasin tentang motor DC, sekarang aku mau nyoba jelasin motor AC (ehem ehem, belagak pinter).Nah dimulai dengan definisinya dulu,”Apakah motor AC itu?”
Motor AC adalah Alat yang mampu menghasilkan arus listrik alias generator yang memiliki arus bolak balik. Tenaga mekanis diubah ke dalam tenaga listrik dengan arus bolak balik, AC itu berasal dari bahasa inggris yaitu Alternating Current.
Oke sudah paham definisi sekarang lanjut ke jenisnya, terbagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Motor AC 1 Phasa
 Dibilang 1 phasa karena hanya terdiri dari 1 kumparan yang digambarkan dalam satu garis, jumlah lilitannya tidak perlu diperhatikan jumlahnya. Ujung kumparan yang satu dijelaskan dengan huruf besar X dan ujung yang lain dengan huruf besar U.
2. Motor AC 3 Phasa
 Dibilang 3 Phasa karena terdiri dari 3 kumparan yang tiap ujung lilitan fasanya diberi tanda pada statornya, ujung lilitan pertama U dan X, ujung lilitan kedua V dan Y, ujung lilitan ketiga W dan Z.
Tanya apalagi? Gimana prinsip kerjanya? Sabar sabar nih mau dijelasin.
Prinsip kerja Generator AC, ingat hukum Faraday yang menyatakan “jika sebatang penghantar berada pada medan magnet yang berubah-ubah maka pada penghantar tersebut akan terbentuk gaya listrik”.
Besar Tegangan generator AC bergantung pada:
1. Kecepatan putaran (N)
2.Jumlah kawat pada kumparan yang memotong fluk (Z)
3.Banyaknya fluk magnet yang dibangkitkan oleh medan magnet (f)
4.Konstruksi generator
Fyuuh...masih ada yang mau tanya lagi? Konstruksi generatornya kayak gimana? oke oke aku jelasin deh,buat kalian apa sih yang nggak?!
Konstruksi Generator AC itu gampang dan simple banget, gak ribet kayak hidup kalian. ,hehehe peace gan. Jadi cuma ada tiga bagian aja yang harus diinget:
pertama, End Bells ini tuh gunanya buat meletakkan bearing sekaligus tutupnya
kedua, Housing kalau yang ini isinya kumparan stator. Stator itu nggak gerak,dia diem aja itu ciri gampangnya buat mengenal stator.
terakhir, Rotor nah kalau dia nih bagian yang bergerak. Kerjanya muteeer terus dan terdiri dari poros,inti,kumparan,cincin geser,dan sikat-sikat.
Nah, buat mengetahui jumlah kutub pada generator ini nih rumusnya:
f = p.n/120
asal mulanya nih rumus begini ceritanya, 1 putaran itu dapat menghasilkan 2 tenaga listrik, perbandingannya mekanik : listrik = 1 : 2. Jadi untuk setiap jumlah magnet harus dibagi 2.
Jadi gini nih awalnya f = p/2 x n/60. kalau n/60 itu tuh asalnya dari jumlah putaran per sekon, 1 menit kan ada 60 detik tuh. Kalau digabung jadinya seperti rumus diatas deh.
f = frekuensi (Hz)
p = jumlah magnet/kutub
n = kecepatan rotor (rpm)
Induksi elektromagnetik adalah proses perubahan dari energi mekanik menjadi energi listrik yang kaitannya dengan konsep fluks magnetik.
Sistem pengisiannya gimana? Sistem pengisian AC ada dua yang pertama secara konvensional yaitu regulator mekanik atau dengan IC regulator. Disini aku cuma mau jelasin yang regulator mekanik aja.
Terdiri dari :
1. Alternator, fungsinya mengubah energi mekanik ke energi listrik. Untuk mengubah arus AC ke DC kita butuh diode yang dipasang jadi satu bagian dengan alternator.
2. Regulator, fungsinya ada 2 yaitu mengatur tegangan dan arus dari alternator dengan cara atur kemagnetan di rotor alternatornya. Fungsi kedua buat mengatur mati dan hidupnya lampu indikator pengisian.
3. Sekering, mutusin arus listrik kalau ada korslet akibat arus berlebihan pada aliran di rangkaiannya (gak lucu kan kalau ntar motor AC nya jadi mleduk).
4. Kunci kontak, menghubungkan atau mutusin aliran ke lampu indicator dan ke regulator. Aliran listrik ke regulator diterusin ke alternator buat menghasilkan magnet pada alternator.
5.Baterai, ,menyimpan arus listrik dan stabilizer tegangan yang dihasilkan sistem pengisian.
Pada umunya generator AC lebih banyak dipakai karena beberapa alasan seperti :
1. Harganya murah (aman di kantong)
2.Perawatannya gampang (generator AC nih gak manja)
3. Display tersedia dalam berbagai jenis sesuai kebutuhan (banyak pilihan tinggal sesuai keinginan deh)
4. Tahan banting biarpun dipakai buat lingkungan pengoperasian yang keras (kuat broo)
5. fisiknya kecil dibanding generator DC tapi HP nya menyamai (biar kecil,tapi cabe rawit nih)
6. biaya perbaikan murah (sekali lagi,gak bikin kanker alias kantong kering)
7.kemampuan berputarnya diatas ukuran kecepatan kerja di nameplatenya (yang di nameplate itu standartnya, dengan catatan disesuaikan juga sama daya kerja yang dibutuhin kalau emang butuh yang dayanya gede ya beli yang generator AC yang HP nya tinggi)
Yup, cukup sekian penjelasan dari saya. Maaf kalau masih kurang lengkap infonya, insyaAllah bisa bantuin kalian yang lagi googling buat ngerjain tugas yang ada hubungannya sama materi ini. Berhubung saya nggak pinter-pinter banget jadi cuma segini yang bisa aku jelasin, kalau masih bingung yah tanya aja sama guru atau dosenmu,jangan tanya aku terus.
Buat dosen saya Pak Aris, semoga tugas saya dikasih nilai yang bagus ya pak hehe *ngarep mode on
Eh, jangan lupa sering berkunjung ke blog ku ini yaa...apalagi sama-sama anak mesin kan jarene SOLID, DULUR SAKLAWASE...hehe maaf geje. Udah ah pacapanya, capek ngetik nih.
Wassalamualaikum wr wb, akhi ukhti.... Salam PLUR buat semuanya...


Rabu, 05 November 2014

REVIEW GENERATOR DC EDISI KEDUA

PROLOG
Assalamualaikum wr.wb
Berhubung dengan tugas yang kemarin diminta Bapak Aris Zainul Muttaqin harus dilengkapi kembali sebagai tugas kedua dari Bapak Aris, maka saya membuat dalam bentuk 2 part. Semoga dapat menambah kekurangan agar lebih lengkap dalam memberi informasi pada teman-teman yang membutuhkan informasi ini dan berbagi sesama blogger utamanya yang jurusan teknik mesin seperti saya.Mungkin cukup sekian prolog dari saya, harapan saya Bapak Dosen Tercinta bisa memaklumi kalau masih banyak dengan kekurangan dalam blog saya dan cukup puas dengan tugas saya, hehehe.Terima kasih..... ^_^

PART 1
A. DEFINISI MOTOR DC 
  Motor listrik adalah  perangkat elektromagnetis yang berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan,dll. Motor listrik juga terdapat pada peralatan rumah tangga  (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri. Motor listrik disebut pula sebagai“kuda kerja” nya industri sebab diperkirakan bahwa motor menggunakan beban listrik terbesar yaitu sekitar 70% beban listrik total di industri.
    Motor DC mendapatkan suplai tegangan yang searah pada kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika terjadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada medan magnet, maka akan timbul tegangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik. Prinsip kerja dari arus searah adalah membalik phasa tegangan dari gelombang yang bernilai positif dengan menggunakan komutator, maka arusnya akan berbalik arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalam medan magnet. Bentuk motor paling sederhana berupa kumparan satu lilitan yang bisa berputar bebas di antara kutub-kutub magnet permanen. 



 B. Kontruksi Motor DC
   1) Stator  
            Stator adalah bagian yang statis (tidak bergerak) terdiri dari rumah dengan kutub magnet yang dibuat dari pelat-pelat yang dipejalkan dengan gulungan penguat magnet beserta tutup rumah.  
   2) Rotor 
             Bagian rotor adalah bagian yang bergerak (dinamis) terdiri dari silinder yang dibuat dengan pelat-pelat yang dipejalkan yang diberi saluran sebagai tempat kumparan yang disebut angker/jangkar. Pada angker terpasang kolektor/komutator yang terdiri dari sigmen-sigmen yang berhubungan dengan gulungan angker.   

  3 ) Komutator
                Komutator adalah penyearah mekanik yang akan dipakai bersama-sama dengan sikat. Sikat-sikat ditempatkan sedemikian rupa sehingga komutasi terjadi pada saat sisi kumparan berbeda. 

C. Prinsip Kerja Motor DC

Gambar  Prinsip Kerja Motor dc
Daerah kumparan medan yang dialiri arus listrik akan menghasilkan medan magnet yang melingkupi kumparan jangkar dengan arah tertentu. Konversi dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya berlangsung melalui medan magnet, maka medan magnet berfungsi ganda yaitu sebagai tempat untuk menyimpan energi, sekaligus tempat berlangsungnya proses perubahan energi dan daerah tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini :  
2. Sederhana
3. Memiliki torsi yang tinggi
4. Tidak memiliki rugi daya reaktif 
5. Memiliki   akurasi   kontrol   yang   tinggi   sehingga motor  DC  sering digunakan  untuk   Aplikasi   servo seperti pengendali kecepatan pemintal benang atau pengendali posisi antena penerima satelit.
 
Menurut hukum kekekalan energi : 
Proses energi listrik = energi mekanik + energi panas + energi didalam medan magnet 
Maka dalam medan magnet akan dihasilkan kumparan medan dengan kerapatan fluks sebesar B dengan arus adalah I serta panjang konduktor sama dengan L maka diperoleh gaya sebesar F, dengan persamaan sebagai berikut : 
F = B I L
            dengan :          F = Gaya magnet pada sebuah arus (Newton)
                                    B = Medan magnet (Tesla)
                                    I =  Arus yang mengalir (Ampere)
                                    L = Panjang konduktor (meter)

Arah dari gaya ini ditentukan oleh aturan kaidah tangan kiri, ilustrasi kaidah tangan kiri tersebut adalah sebagai berikut :

Gambar  Kaidah Tangan Kiri
Ibu jari sebagai arah gaya ( F ), telunjuk jari sebagai fluks ( B ), dan jari tengah sebagai arus ( I ).  Saat gaya ( F ) tersebut dibandingkan, konduktor akan bergerak didalam kumparan medan magnet dan menimbulkan gaya gerak listrik yang merupakan reaksi lawan terhadap tegangan sumber.Proses perubahan energi mekanik tersebut dapat berlangsung secara sempurna apabila tegangan sumber harus lebih besar dari pada tegangan gerak yang disebabkan reaksi lawan. Dengan memberi arus pada kumparan jangkar yang dilindungi oleh medan maka menimbulkan perputaran pada motor. 



Sedangkan besarnya GGL selalu berubah-ubah. Tegangan yang berubah-ubah secara periodic disebut tegangan bolak-balik dan arus yang mengalir disebut arus bolak-balik.                                        
Lama waktu untuk satu putaran disebut periode (T). Jumlah perubahan periode dalam satu detik disebut frequency.
Untuk mendapatkan aliran dari kumparan yang berputar digunakan cincin tembaga. Pada cincin ini ditempatkan sekat/brostel yang dapat dihubungkan dengan rangkaian luar gambar.

D. Keuntungan dan Kekurangan Motor DC
Kelebihan

1. Mudah dikontrol
2. Sederhana
3. Memiliki torsi yang tinggi
4. Tidak memiliki rugi daya reaktif 
5. Memiliki   akurasi   kontrol   yang   tinggi   sehingga motor  DC  sering digunakan  untuk   Aplikasi   servo seperti pengendali kecepatan pemintal benang atau pengendali posisi antena penerima satelit.

 Kekurangan
1. Mahal
2. Besar
3. Tidak cocok untuk digunakan pada daya yang besar
4. Perawatan pada motor DC lebih sulit daripada motor AC 


E. Jenis - Jenis Generator DC
1. Generator Penguat Terpisah
Yakni sumber arus penguat magnet diperoleh dari sumber listrik lain (di luar). Rangkaian ekuivalen Generator dengan penguatan terpisah.
2. Generator Penguat Sendiri
Yakni arus penguat magnet diambilkan dari keluaran generator itu sendiri, sehingga besar arus penguat magnet akan dipengaruhi oleh nilai arus dan tegangan generator. Berdasarkan jenis sambungan lilitan penguat magnet dengan lilitan jangkar, generator penguat sendiri dibagi menjadi 3 jenis, yaitu (a) generator penguat shunt, (b) generator penguat seri, dan (c) generator kompon (canpuran).
3. Generator Kompon
Pada generator ini, mempunyai dua macam lilitan penguat magnet, yakni penguat shunt dan penguat seri dengan llilitan jangkar. Ditinjau dari cara penyambungannya generator kompon ini dibedakan menjadi dua macam, yakni (1) generator kompon shunt panjang dan (2) generator kompon shunt pendek.

  
PART 2
A.PENGERTIAN MOTOR DC
 Generator adalah suatu mesin (alat) yang berfungsi mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik, yang diperoleh melalui prinsip percobaan Farady, yang menyatakan bahwa suatu penghantar  yang berada pada sejumlah garis-garis gaya magnet yang berubah-ubah, maka pada penghantar tersebut akan menghasilkan garis-garis gaya listrik (ggl) induksi.    
B. Konstruksi Generator DC 
1)        Rangka Stator, dibuat dari besi tuang. Rangka stator merupakan rumah dari bagian-bagian lain dalam generator. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat untuk mengalirnya  fluks magnet yang dihasilkan oleh kutub-kutub magnet. 
2)    Inti kutub magnet , berfungsi sebagai tempat terjadinya fluks magnet. Untuk generator dengan kapasitas kecil digunakan magnet permanen, dan untuk generator kapasitas besar digunakan magnet buatan (elektromagnetik).  
3)        Rotor (jangkar, angker) , merupakan bagian  yang berputar.  Pada Genenrator DC  jangkar yang digunakan biasanya berbentuk silinder yang pada bagian permukaannya diberi alur-alur sebagai tempat kawat-kawat lilitan. Bahan yang digunakan untuk pembuatan jangkar dari bahan ferromagnetic yang dibuat berlapis-lapis. 
4)         Sikat-sikat, berfungsi sebagai penghubung aliran arus listrik dari lilitan jangkar dengan beban. Bahan yang digunakan untuk pembuatan sikat-sikat dari  arang. 
5)         Kawat Lilitan jangkar, adalah tempat terbentuknya ggl induksi. Dalam satu alur  terdiri atas beberapa kawat yang disebut dengan kumparan. Antara kumparan satu dengan lainnya dihubungkan secara seri.  
6)       Komutator, digunakan sebagai penyearah (komutasi). Komutator pada prinsipnya mempunyai bentuk yang sama dengan cincin yang dibelah menjadi dua yang dipisahkan dengan bahan penyekat. Masing-masing komutator  dihubungkan  dengan sisi kumparan tempat terjadinya ggl induksi.