Rabu, 31 Desember 2014

Say No to Pacaran

TA’ARUF


Assalamualaikum akhi ukhti, yo kembali lagi dengan saya di blog tercinta. Mau bahas tentang pacaran vs ta’aruf nih. Wah, semangat banget kalau bahas soal cinta *oh,cinta...penderitaannya tiada akhir (quotes from tie pat kai). Buat saudara seiman seperjuangan, dalam islam ada nggak sih pacaran?? Hm, bentar-bentar aku buka al-Quran dulu, oh sorry gaes ternyata aku nggak nemu tuh ada penyebutan kata pacar di Al-Quran. Jadi intinya pacaran itu NGGAK ADA DALAM ISLAM DAN NGGAK ADA YANG NAMANYA PACARAN ISLAMI. Terus gimana dong,kita kan nggak bisa melarang diri buat nggak jatuh cinta??Itu sih ada solusinya kok, solusi yang aman dan halalun toyyiban deh. Let’s check this out!!
Bismillahirrahmanirrahim. . . Awalilah aktivitasmu dengan menyebut nama Allah SWT.
Ta’aruf, sepertinya kalian udah pada ngerti deh artinya. Buat yang belum tahu aja deh, ta’aruf = mengenal. Karena sayang akan datang saat kita mengenalinya,ini dia step-stepnya.
Langkah pertama
Kenalan sama dia, tatap wajahnya sampai 3x kedipan berhenti lalu tundukkan wajah. Paham nggak maksudku? Maksudnya kalau selama menatap wajahnya kamu harus nahan sampai kamu 3x berkedip,begitu kamu berkedip buat ketiga kalinya langsung stop lihat wajahnya.Tapi nggak buang muka juga,cukup tundukkan pandangan. Lihat ujung kakimu, kemudian ucapkan SUBHANALLAH.
Langkah kedua
Pandangi dia dari jauh, tapi jangan jauh-jauh banget nanti nggak kelihatan orangnya. Sikap dan sifat orang itu bisa terlihat sangat jujur saat kita tidak berada di dekatnya, kalau di dekatmu bisa jadi dia jaim(jaga imej) atau berpura-pura. Kamu nggak mau sampai tertipu dengan sikapnya di kemudian hari kan?
Langkah ketiga
Gali informasi dari teman-teman atau orang di sekitarnya, penting lo supaya kita tahu bagaimana penilaian orang terhadap dia. Karena manusia itu pada hakikatnya jauh lebih bisa menilai orang lain daripada diri sendiri. Kamu juga jadi punya banyak sudut pandang dengan mendengar pendapat orang lain. Kunyah semua yang kamu dengar ya?jangan ditelen bulet-bulet, ntar keselek.
Langkah keempat
Setelah kepoin dia selesai, waktunya berdoa memohon petunjuk. Berdoalah, tanyain sama Allah SWT apakah memang dia yang terbaik buat kamu. Kalau buat muslimah, kalian dituntut bersabar. Tunggu dia dan terus berdoa, sembari menunggu belajarlah bersikap menjadi wanita solehah yang keibuan pastinya. Sewaktu-waktu kalau kamu dilamar si akhi, udah siap gerak deh he..he..he inget ukhti, jangan pernah menunda niat baik.
Langkah kelima
Buat yang akhi nih, itu ukhti udah siap dan lagi nunggu di rumahnya. Let’s prove your brave. Datangi rumahnya, temui orangtuanya. Minta izin supaya diperbolehkan ta’aruf dengan anak gadisnya. Cewek itu suka cowok yang percaya diri tapi tetap low profile, nggak usah sok-sok an pas bertamu. Tunjukkin kalau dengan kesederhanaan dan kesahajaanmu kamu bisa bahagiain dia. Kalau kamu nggak percaya sama diri kamu, gimana orangtuanya dan dia yakin sama kamu??
Langkah keenam
Lihat bagaimana kemajuan yang kamu alami selama kamu mengenal dia, menjalani ta’aruf sama dia apakah membuatmu jadi muslim yang lebih taat dan lebih mencintai Allah SWT? Kalau iya berarti dialah bidadari yang Allah SWT janjikan buat kamu,pertahankan. Kalau nggak, berarti dia bidadarinya akhwat yang lain, alamat nyari lagiiii, ha..ha..ha. Ingat broth, tulang rusuk kita tidak akan pernah tertukar.
Langkah ketujuh
Akhir dari ta’aruf ya ijab kabul, siapin seperangkat alat sholat dan belajar mengucapkan syahadat dengan tegas. Mintalah restu orangtuamu dan orangtuanya, pernikahan tanpa restu itu banyak hambatan dan restu orangtua adalah restu Allah SWT. Dengarkan alasannya orangtua itu apa, kalau benar lakukan dan kalau salah maklumi. Mau nikah itu nggak usah pikir panjang, tapi pikir matang-matang. Saat kamu merasa “dia”lah yang akan menuntunmu di jalan Allah SWT, jangan ragu langsung tancap gass poll (ealah,dikira racing apa?hehe)
 Tapi bener lo, kalau banyak berpikir kurang bertindak ya nggak bakal jalan. Menikah itu sunnah tapi kalau menurutku itu anjuran yang sangaaaattt dianjurkan, soalnya Baginda Rasul pernah bilang kalau umatku itu harus menikah,pengecualian kalau buat Rabi’ah Al Adawiyah sama Maryam r.a. Beliau-beliau ini wanita yang ditakdirkan suci seumur hidup. Nah kalau kita?? dengan menikah berarti menjadikan kita umat Rasulullah, terus yang nggak menikah gimana tuh? yaaa...aku nggak tahu deh mereka umatnya siapa. Nanti di padang mahsyar nggak boleh ikut ngumpul sama Rasulullah. Lha terus ngumpul sama siapa dong? ya meneketehek, he..he..he bikin  geng sendiri paling (hush,ngawur).
Oke dah, cukup sekian dulu bahas ta’aruf nya. Jangan mau kalau diajak pacaran ya, itu sama aja diajak zina dan itu berarti kamu diajak ke neraka sama dia. . .yep astagfiruloh hal adzim amit-amit diajak main ke neraka, ngumpulnya sama iblis cs. Mau pacarannya nggak ngapa-ngapain ah bullshit banget sih sebenernya kalo bilang nggak ngapa-ngapain tapi okelah anggep aja gitu, tetep itu nggak boleh karena itu namanya mendekati zina. Ngapain  deket-deket sama si zina, mending langsung gass poll rem blong bilang “nikah yuk”, jangan “kawin yuk” ntar jadi yuk yak yuk he..he..he. Belum siap dari segi finansial dan umur?? ya kalau belum siap harus segera disiapin dong jadi jangan mikir nikah dulu biar bisa fokus nyiapin semuanya dan bisa segera meminang si ukhti tersayang, step yang benar itu siapkan senjata, atur strategi,baru berangkat berperang(ceileee...). Kalau sudah waktunya tiba, jodoh itu pasti datang kok yang penting kita berusaha dan berdoa. Yang akhi berusaha, yang ukhti berdoa itu baru best couple. Aku beri nama “Pasangan Ikhtiar” dan udah jelas hasilnya, ikhtiar akan membuahkan kebaikan yang dirahmati dan diberkahi Allah SWT.
Mari kita berdoa bersama-sama, bismillahirrahmanirrahim”semoga Allah SWT memberikan jodoh yang terbaik untuk kita, segera dipertemukan buat yang belum nemu jodohnya, segera dipersatukan buat yang sudah nemu jodohnya, segera mampu membangun bahtera pernikahan islami yang sakinah mawaddah dan warahmah, diberi keturunan yang baik, dilindungi dan selalu berada di jalan Allah SWT”, amiiinnn..ya Robbal Alamin.

End of the word, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar