PROLOG
Assalamualaikum wr.wb
Berhubung dengan tugas yang kemarin
diminta Bapak Aris Zainul Muttaqin harus dilengkapi kembali sebagai tugas kedua
dari Bapak Aris, maka saya membuat dalam bentuk 2 part. Semoga dapat menambah
kekurangan agar lebih lengkap dalam memberi informasi pada teman-teman yang
membutuhkan informasi ini dan berbagi sesama blogger utamanya yang jurusan
teknik mesin seperti saya.Mungkin cukup sekian prolog dari saya, harapan saya
Bapak Dosen Tercinta bisa memaklumi kalau masih banyak dengan kekurangan dalam
blog saya dan cukup puas dengan tugas saya, hehehe.Terima kasih..... ^_^
PART 1
A. DEFINISI MOTOR DC
Motor listrik adalah perangkat elektromagnetis yang berfungsi
mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan
untuk, misalnya memutar impeller pompa, fan atau blower,
menggerakan kompresor, mengangkat bahan,dll. Motor listrik juga terdapat pada
peralatan rumah tangga (mixer,
bor listrik, fan angin) dan di industri. Motor listrik disebut
pula sebagai“kuda kerja” nya industri sebab diperkirakan bahwa motor
menggunakan beban listrik terbesar yaitu sekitar 70% beban listrik total di
industri.
Motor DC
mendapatkan suplai tegangan yang searah pada kumparan medan untuk diubah
menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian
yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar).
Jika terjadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada medan magnet, maka akan
timbul tegangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran,
sehingga merupakan tegangan bolak-balik. Prinsip kerja dari arus searah adalah
membalik phasa tegangan dari gelombang yang bernilai positif dengan menggunakan
komutator, maka arusnya akan berbalik arah dengan kumparan jangkar yang
berputar dalam medan magnet. Bentuk motor paling sederhana berupa kumparan satu
lilitan yang bisa berputar bebas di antara kutub-kutub magnet permanen.
B. Kontruksi Motor DC
1) Stator
Stator adalah bagian yang statis (tidak bergerak) terdiri dari rumah dengan
kutub magnet yang dibuat dari pelat-pelat yang dipejalkan dengan gulungan
penguat magnet beserta tutup rumah.
2) Rotor
Bagian rotor adalah bagian yang bergerak (dinamis) terdiri dari silinder yang
dibuat dengan pelat-pelat yang dipejalkan yang diberi saluran sebagai tempat
kumparan yang disebut angker/jangkar. Pada angker terpasang kolektor/komutator
yang terdiri dari sigmen-sigmen yang berhubungan dengan gulungan angker.
3 ) Komutator
Komutator adalah penyearah mekanik yang akan dipakai bersama-sama dengan sikat.
Sikat-sikat ditempatkan sedemikian rupa sehingga komutasi terjadi pada saat
sisi kumparan berbeda.
C. Prinsip Kerja Motor DC
Gambar Prinsip Kerja Motor dc
Daerah kumparan medan yang dialiri arus listrik akan menghasilkan medan magnet yang melingkupi kumparan jangkar dengan arah tertentu. Konversi dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya berlangsung melalui medan magnet, maka medan magnet berfungsi ganda yaitu sebagai tempat untuk menyimpan energi, sekaligus tempat berlangsungnya proses perubahan energi dan daerah tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
2. Sederhana
3. Memiliki torsi yang tinggi
4. Tidak memiliki rugi daya reaktif
5. Memiliki akurasi kontrol yang tinggi sehingga motor DC sering digunakan untuk Aplikasi servo seperti pengendali kecepatan pemintal benang atau pengendali posisi antena penerima satelit.
Menurut hukum kekekalan energi
:
Proses energi listrik = energi
mekanik + energi panas + energi didalam medan magnet
Maka dalam medan magnet akan
dihasilkan kumparan medan dengan kerapatan fluks sebesar B dengan arus adalah I
serta panjang konduktor sama dengan L maka diperoleh gaya sebesar F, dengan
persamaan sebagai berikut :
F = B I L
dengan
: F = Gaya magnet
pada sebuah arus (Newton)
B
= Medan magnet (Tesla)
I
= Arus yang mengalir (Ampere)
L
= Panjang konduktor (meter)
Arah dari gaya ini ditentukan oleh aturan
kaidah tangan kiri, ilustrasi kaidah tangan kiri tersebut adalah sebagai
berikut :
Gambar Kaidah Tangan
Kiri
Ibu jari sebagai arah gaya ( F ),
telunjuk jari sebagai fluks ( B ), dan jari tengah sebagai arus ( I ). Saat
gaya ( F ) tersebut dibandingkan, konduktor akan bergerak didalam kumparan
medan magnet dan menimbulkan gaya gerak listrik yang merupakan reaksi lawan
terhadap tegangan sumber.Proses perubahan energi mekanik tersebut dapat berlangsung
secara sempurna apabila tegangan sumber harus lebih besar dari pada tegangan
gerak yang disebabkan reaksi lawan. Dengan memberi arus pada kumparan jangkar
yang dilindungi oleh medan maka menimbulkan perputaran pada motor.
Sedangkan besarnya GGL selalu
berubah-ubah. Tegangan yang berubah-ubah secara periodic disebut tegangan
bolak-balik dan arus yang mengalir disebut arus bolak-balik.
Lama waktu untuk satu putaran
disebut periode (T). Jumlah perubahan periode dalam satu detik disebut
frequency.
Untuk mendapatkan aliran dari
kumparan yang berputar digunakan cincin tembaga. Pada cincin ini ditempatkan
sekat/brostel yang dapat dihubungkan dengan rangkaian luar gambar.
D. Keuntungan dan Kekurangan Motor DC
Kelebihan
1. Mudah dikontrol
2. Sederhana
3. Memiliki torsi yang tinggi
4. Tidak memiliki rugi daya reaktif
5. Memiliki akurasi kontrol yang tinggi sehingga motor DC sering digunakan untuk Aplikasi servo seperti pengendali kecepatan pemintal benang atau pengendali posisi antena penerima satelit.
Kekurangan
1. Mahal
2. Besar
3. Tidak cocok untuk digunakan pada daya yang besar
4. Perawatan pada motor DC lebih sulit daripada motor AC
2. Sederhana
3. Memiliki torsi yang tinggi
4. Tidak memiliki rugi daya reaktif
5. Memiliki akurasi kontrol yang tinggi sehingga motor DC sering digunakan untuk Aplikasi servo seperti pengendali kecepatan pemintal benang atau pengendali posisi antena penerima satelit.
Kekurangan
1. Mahal
2. Besar
3. Tidak cocok untuk digunakan pada daya yang besar
4. Perawatan pada motor DC lebih sulit daripada motor AC
E. Jenis - Jenis Generator DC
1. Generator Penguat Terpisah
Yakni sumber arus penguat magnet
diperoleh dari sumber listrik lain (di luar). Rangkaian ekuivalen Generator
dengan penguatan terpisah.
2. Generator Penguat Sendiri
Yakni arus penguat magnet diambilkan dari keluaran generator itu sendiri, sehingga besar arus penguat magnet akan dipengaruhi oleh nilai arus dan tegangan generator. Berdasarkan jenis sambungan lilitan penguat magnet dengan lilitan jangkar, generator penguat sendiri dibagi menjadi 3 jenis, yaitu (a) generator penguat shunt, (b) generator penguat seri, dan (c) generator kompon (canpuran).
Yakni arus penguat magnet diambilkan dari keluaran generator itu sendiri, sehingga besar arus penguat magnet akan dipengaruhi oleh nilai arus dan tegangan generator. Berdasarkan jenis sambungan lilitan penguat magnet dengan lilitan jangkar, generator penguat sendiri dibagi menjadi 3 jenis, yaitu (a) generator penguat shunt, (b) generator penguat seri, dan (c) generator kompon (canpuran).
3. Generator Kompon
Pada generator ini, mempunyai dua
macam lilitan penguat magnet, yakni penguat shunt dan penguat seri dengan
llilitan jangkar. Ditinjau dari cara penyambungannya generator kompon ini
dibedakan menjadi dua macam, yakni (1) generator kompon shunt panjang dan (2)
generator kompon shunt pendek.
PART 2
A.PENGERTIAN
MOTOR DC
Generator adalah suatu mesin (alat) yang
berfungsi mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik, yang diperoleh
melalui prinsip percobaan Farady, yang menyatakan bahwa suatu penghantar yang
berada pada sejumlah garis-garis gaya magnet yang berubah-ubah, maka pada
penghantar tersebut akan menghasilkan garis-garis gaya listrik (ggl)
induksi.
B. Konstruksi
Generator DC
1) Rangka Stator,
dibuat dari besi tuang. Rangka stator merupakan rumah dari bagian-bagian lain
dalam generator. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat untuk mengalirnya fluks
magnet yang dihasilkan oleh kutub-kutub magnet.
2) Inti kutub magnet , berfungsi
sebagai tempat terjadinya fluks magnet. Untuk generator dengan kapasitas kecil
digunakan magnet permanen, dan untuk generator kapasitas besar digunakan magnet
buatan (elektromagnetik).
3) Rotor (jangkar, angker) ,
merupakan bagian yang berputar. Pada Genenrator DC jangkar
yang digunakan biasanya berbentuk silinder yang pada bagian permukaannya diberi
alur-alur sebagai tempat kawat-kawat lilitan. Bahan yang digunakan untuk
pembuatan jangkar dari bahan ferromagnetic yang dibuat berlapis-lapis.
4) Sikat-sikat,
berfungsi sebagai penghubung aliran arus listrik dari lilitan jangkar dengan
beban. Bahan yang digunakan untuk pembuatan sikat-sikat dari arang.
5) Kawat Lilitan jangkar,
adalah tempat terbentuknya ggl induksi. Dalam satu alur terdiri atas
beberapa kawat yang disebut dengan kumparan. Antara kumparan satu dengan
lainnya dihubungkan secara seri.
6) Komutator, digunakan sebagai
penyearah (komutasi). Komutator pada prinsipnya mempunyai bentuk yang sama
dengan cincin yang dibelah menjadi dua yang dipisahkan dengan bahan penyekat.
Masing-masing komutator dihubungkan dengan sisi kumparan
tempat terjadinya ggl induksi.

.jpg)
.jpg)

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar